***
Kejadian tersebut menjadi catatan
tambahan dari sepak terjangnya selama ini yang yang dianggap out of
mainstream dari pelaku para pejabat publik di negara ini. Di tengah
gelombang hipokrisi dan megalomania yang tinggi, Dahlan Iskan hadir
dengan terobosan serta akselarasi yang mengundang perhatian khalayak.
Beberapa kali beliau membuat keputusan dan tindakan yang tidak lazim
dilakukan. Meskipun banyak yang memuji, namun tidak sedikit pula yang
mencibir adanya pencitraan di balik semua itu.
Memang, kita selama ini telah di didik
oleh suatu system kelembagaan Negara yang membuat kita merasa sudah
sampai pada tingkat tidak percaya. Perilaku korup, kepentingan politis,
kebijakan yang selalu jauh dari amanat rakyat membuat kita di serang
dengan gelombang ketidakpercayaan, sinisme dan apatis terhadap segala
kebaikan yang terjadi di negeri ini. Membuat kita tidak memiliki
kepekaan dan daya analisa tentang apapun saja. Meminjam istilah Emha
Ainun Nadjib, kita merupakan generasi kampong yang rentan terhadap
segala informasi. Kita selalu gagal untuk menempatkan kuda-kuda pikiran
dan sikap kita, sehingga ketika ada yang baik selalu kita anggap itu
pencitraan dan yang buruk selalu kita kutuk sampai mampus. Dan lebih
celakanya pernyataan seperti itu seringkalinya lahir dari like and dislike dan bukan lahir dari fakta, analisa dan realitas yang ada.