Sebagai seorang penggiat serta
pelaku pemberdaya masyarakat yang berada di lapangan serta bersentuhan langsung
dengan akar rumput, saya merasa harus menyampaikan beberapa tanggapan sekadar
sebagai urun rembug, yang motivasinya pasti sama dengan niat baik dari beliaunya
bapak anggota dewan yaitu semata-mata
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak ada motivasi yang terselubung.
Beliau mungkin merasa gelisah dengan keadaan PNPM, dan ingin agar pembangunan
berjalan sesuai mekanisme sehingga aspek manfaat yang diterima masyarakat dapat
maksimal.
PNPM lahir dilatarbelakangi
dengan adanya persoalan kemiskinan dan pengangguran yang menjadi masalah utama
di negeri ini. Kesenjangan pembangunan antar wilayah yang mencolok, ketimpangan
pendapatan yang cukup ekstrim serta buruknya kinerja pemerintahan eksekutif dan
legislatif memicu masalah sosial yang tinggi di Indonesia. Tidak dapat
dipungkiri, 75% total uang negera ini menggumpal di Jakarta dan sisanya di bagi
ke seluruh pelosok negeri. Jakarta menjadi menara gading emas yang menarik
masyarakat desa untuk datang dan ikut mengadu nasib. Jakarta menawarkan
segalanya. Jakarta memberikan mimpi-mimpi indah. Dan tidak usah kaget jika arus urbanisasi tidak
pernah bisa dibendung apalagi di selesaikan pemerintah. Sedangkan bagi
daerah-daerah lain di luar Jakarta, apalagi yang lintas pulau dan jauh dari
ibukota, sering kita mendengar tentang minimnya infrastruktur dan sarana
prasarana yang di bangun.